July 19, 2019

Toleransi untuk Indonesia Jaya

Toleransi untuk Indonesia Jaya

Di Indonesia istilah Katolik dan Protestan tetap diketahui dan dipelajari tapi dalam keseharian Protestan jarang digunakan. Dalam penamaan yang digunakan dalam kantor agama atau sistem pendataan pemerintah di daerah tertentu Kristen akan merujuk pada aliran agama Protestan. Katolik mendapatkan tempat terpisah dalam pendataan sehingga pengikut kedua aliran ini dapat dibedakan. Perbedaan Kristen dan Katolik dari segi ajaran sangat banyak. Masing-masing aliran memiliki gereja yang berbeda dan cara penyelenggaraan peribadatan yang berbeda. Semua perbedaan ini didasarkan pada berbagai dalil yang ditemukan dalam berbagai Injil dan kebiasaan peribadatan yang dilakukan oleh pemuka agama masing-masing aliran sehingga perbedaan antara kedua aliran ini cukup jelas dan tegas.

Dalam usaha mempertegas penjelasan dan alasan perbedaan setiap aliran yang diakui di Indonesia akan dijelaskan beberapa bagian utama dari kepercayaan Kristen yang terdiri dari dua jenis upacara yaitu pembaptisan dan perjamuan. Pada aliran Protestan kedua hal ini adalah jenis upacara yang diperintahkan di dalam alkitab. Ini sesuai dengan doktrin utama dari pendiri aliran Protestan untuk hanya mempercayai apa yang tertulis di dalam alkitab. Alhasil gereja Protestan hanya melakukan upacara untuk dua hal ini. Dalam sumber lain untuk aliran Protestan disebutkan aturan mengenai pernikahan yang mendorong penyelenggaraan untuk upacara khusus pesta pernikahan umat Protestan. Tapi tidak semua Umat Protestan melakukan hal ini.

Umat Katolik memiliki pendapat yang berbeda. Pendapat ini muncul dari pernyataan bahwa keselamatan hanya berasal dari gereja. Beberapa upacara dilakukan untuk membuat jalur keselamatan seorang manusia menuju surga dengan melewati beberapa titik perkembangan. Geraja mengawali jalur ini dengan pembaptisan. Langkah ini adalah sebuah tindakan penyucian yang dilakukan oleh gereja pada bayi atau orang yang baru menganut aliran Katolik. Tahap kedua adalah Krisma. Tahapan ini terjadi pada saat seseorang berada di usia remaja dengan tujuan mengokohkan penyucian dan penguatan iman. Tahapan keempat adalah pernikahan. Kemudian ditutup dengan tahapan terakhir ketika gereja mengirimkan orang suci pada orang sakit atau orang yang mendekati kematian untuk menyucikan atau mengurapi mereka.

Selain dari lima tahapan dalam jalur penyucian ini, gereja juga menyediakan upacara ketaatan dalam perjamuan atau ekaristi yang dilakukan setiap minggu dan upacara imamat untuk orang yang ingin mengabdi kepada Tuhan dengan menjadi orang suci atau pastor. Kedua upacara ini menggunakan roti dan anggur ekaristi sebagai bagian dari upacara. Bagi orang Katolik roti dan anggur perjamuan adalah benda suci. Sebuah tindakan yang merendahkan atau menodai kedua benda suci ini adalah sebuah dosa besar yang tidak terukur. Orang Katolik percaya bahwa anggur dan roti perjamuan ini adalah darah dan daging asli dari Yesus Kristus. Keyakinan ini tidak digunakan oleh aliran Protestan.

Dari segi kitab suci terdapat perbedaan mendasar untuk kedua aliran agama Kristen ini. Aliran Katolik menggunakan 14 kitab tambahan yang terdiri dari.dua kitab Esdras, Tobit, Judith, Tambahan untuk Esther, Kebijaksanaan Solomon, Ecclesiasticus, Baruch, Surat Jeremiah, Doa Azariyah, Susanna, Bel dan Naga, Doa Mannaseh, dan dua bagian Maccabee. Semua kitab ini digunakan dalam ajaran Katolik tapi tidak digunakan dalam ajaran protestan. Kitab-kitab ini dicari dan dikumpulkan secara terpisah dari berbagai sumber. Bahasa awal pada saat penemuan kitab-kitab ini juga berbeda. Kitab ini dinyatakan sebagai bagian dari kitab suci atas persetujuan Paus dan penguasa Roma pada saat itu.

Perbedaan dalam masalah jenis upacara dan alkitab dari kedua aliran agama ini tidak benar-benar memisahkan mereka. Kedua aliran tetap merupakan bagian dari agama Kristen karena keduanya mempercayai Yesus Kristus sebagai Tuhan. Mereka juga menggunakan alkitab yang sama walupun ada yang menggunakan tambahan dan ada yang tidak. Hubungan antara Kristen dan Katolik di Indonesia sangat baik sehingga tidak pernah ada terjadi berbagai bentuk bentrokan atau pertengkaran antara kedua aliran. Kedua aliran saat ini sudah tidak memiliki alasan untuk bertengkar karena pendahulu kedua aliran telah melakukan hal tersebut dan menyelesaikannya sehingga pada masa kini mereka dapat hidup dengan harmonis.

shares